Diaphorencyrtus aligarhensis sebagai musuh alami kutu loncat jeruk

Kutu loncat jeruk Diaphorina citri (Hemiptera: Liviidae) merupakan serangga vektor yang menularkan penyakit huanglongbing (HLB) pada tanaman jeruk. Di Indonesia, HLB dikenal sebagai penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Penyakit CVPD dapat menyebabkan kehilangan hasil 30-100% dan tanaman menjadi tidak produktif 2-5 tahun sejak munculnya gejala pertama (Iftikhar et al., 2016). Oleh karena itu, kutu loncat jeruk menjadi salah satu hama utama pada tanaman jeruk (Yang et al., 2006).

Pengendalian kutu loncat jeruk diantaranya dapat dilakukan melalui pemanfaatan musuh alami seperti parasitoid Diaphorencyrtus aligarhensis (Hymenoptera: Encyrtidae). D. aligarhensis merupakan parasitoid primer nimfa kutu loncat jeruk (Hoddle et al., 2013). Serangga ini memarasit nimfa kutu loncat jeruk instar kedua hingga keempat dengan memasukkan telurnya ke tubuh inangnya, biasanya melalui perut inang. Nimfa kutu loncat jeruk yang terparasit akan mati dan mulai mengeras menjadi mumi berwarna coklat ketika parasitoid mendekati akhir tahap perkembangan larva yakni sekitar 8 hari setelah parasitasi. Selain itu, serangga ini juga dilaporkan memangsa nimfa kutu loncat jeruk instar pertama hingga keempat (Rohrig, 2014). Satu serangga dewasa (imago) betina D. aligarhensis dapat membunuh hingga 280 nimfa kutu loncat jeruk melalui kombinasi makan dan parasitasi (Chien, 1995).

Siklus hidup D. aligarhensis

Siklus hidup D. aligarhensis dari telur hingga dewasa sekitar 16 hari pada suhu 25 °C (Rohrig et al., 2011). Perkembangan serangga ini meliputi tahap embrionik selama 2 hari, empat instar larva sekitar 6 hari, prepupa sekitar 1 hari, dan kepompong sekitar 7 hari yang terjadi dalam tubuh nimfa kutu loncat jeruk. Setelah mencapai usia dewasa, D. aligarhensis akan membuat lubang keluar dengan cara mengunyah di sekitar perut inangnya kemudian keluar sebagai imago (Rohrig, 2014).

Deskripsi D. aligarhensis

Imago berukuran kecil sekitar 1-1,5 mm. Kaki dan antena serangga ini berwarna kuning, sedangkan kepala dan toraks berwarna hitam. Perut imago betina berwarna kuning bulat besar dengan posterior berwarna hitam. Sementara itu, perut imago jantan lebih kecil dan silindris dengan warna hitam pekat (Rohrig, 2014).

Diaphorencyrtus aligarhensis

Gambar 1. Diaphorencyrtus aligarhensis

Telur berbentuk oval dengan panjang rata-rata 130 μm dan diameter 100 μm. Telur yang baru diletakkan berwarna putih susu tetapi mulai bening dalam 12-24 jam (Rohrig, 2014).

Perkembangan larva terdiri dari empat instar. Larva tidak memiliki rambut atau spiral. Larva memiliki mandibula pendek dan kecil berwarna oranye kemerahan. Larva instar pertama rata-rata memiliki panjang 410 μm dan diameter 100 μm yang kemudian berkembang hingga panjang 1.190 μm dan diameter 400 μm pada instar keempat (Rohrig, 2014).

Dalam tahap pupa, perkembangan D. aligarhensis diawali dengan pembentukan kepala dan perut, kemudian diikuti oleh kaki, mulut, dan antena. Selanjutnya terjadi melanisasi pada toraks, mata, dan ocelli yang kemudiaan diikuti pada perut, kaki, dan antena (Rohrig, 2014).

DAFTAR PUSTAKA

Chien, C.C. 1995. The Role of Parasitoids in the Pest Management of Citrus Psyllid. Proceedings of Symposium of Research and Development of Citrus in Taiwan: 245–261.

Hoddle, C.D., M.S. Hoddle, dan S.V. Triapitsyn. 2013. Marietta leopardina (Hymenoptera: Aphelinidae) and Aprostocetus (Aprostocetus) sp. (Hymenoptera: Eulophidae) Are Obligate Hyperparasitoids of Tamarixia radiata (Eulophidae) and Diaphorencyrtus aligarhensis (Hymenoptera: Encyrtidae). Florida Entomologist 96(2): 643–646.

Iftikhar, Y., S. Rauf, U. Shahzad, dan M.A. Zahid. 2016. Huanglongbing: Pathogen Detection System for Integrated Disease Management – A Review. Journal of the Saudi Society of Agricultural Sciences 15(1): 1–11.

Rohrig, E., P.D. Shirk, D.G. Hall, dan P.A. Stansly. 2011. Larval Development of Diaphorencyrtus aligarhensis (Hymenoptera: Encyrtidae), an Endoparasitoid of Diaphorina citri (Hemiptera: Psyllidae). Annals of the Entomological Society of America 104 (1): 50–58.

Rohrig, E. 2014. An Asian Citrus Psyllid Parasitoid: Diaphorencyrtus aligarhensis (Shafee, Alam and Agarwal) (Insecta: Hymenoptera: Encyrtidae). UF/IFAS Extension EENY-505: 1-5.

Yang, Y., M. Huang, G.A.C. Beattie, Y. Xia, G. Ouyang, dan J. Xiong. 2006. Distribution, Biology, Ecology and Control of the Psyllid Diaphorina citri Kuwayama, a Major Pest of Citrus: A Status Report for China. International Journal of Pest Management 52(4): 343–352.

Oleh : M Zuhran (Penyuluh BPTP Kalbar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *